Hingga kini, identitas korban belum diketahui dan polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematiannya.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang remaja bernama Al-Zaqi (19) yang saat itu hendak berburu burung di sekitar lokasi. Ia mengaku awalnya melihat sesuatu yang mencurigakan dari luar gubuk.
“Saya mau berburu burung di situ. Pas lihat ke dalam, saya lihat ada kaki, sudah pucat,” ujarnya.
Karena merasa curiga, ia kemudian mendekat dan memastikan temuan tersebut. Ia mendapati seorang wanita terbaring tak bergerak di dalam gubuk kosong.
“Saya langsung panggil warga sekitar. Kami cek dari luar dan tidak berani menyentuh. Ternyata memang sudah meninggal, lalu kami hubungi polisi,” katanya.
Mendapat laporan warga, personel kepolisian dari Polresta Samarinda segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pamapta III Polresta Samarinda, Ipda Riyan Rizki Hidayat, membenarkan adanya penemuan tersebut.
“Benar, saat ditemukan korban sendirian di dalam gubuk kosong. Identitasnya belum diketahui karena tidak ada dokumen yang ditemukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya masih mendalami apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau faktor lain yang menyebabkan kematian korban. Usai olah TKP, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah A.W. Sjahranie Samarinda sekitar pukul 19.00 WITA untuk menjalani visum.
Polisi mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor guna membantu proses identifikasi.
Editor: Erwin