Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 33 sepeda motor dengan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi, serta puluhan remaja yang diduga terlibat kebut-kebutan di jalan umum.
Penindakan ini merupakan tindak lanjut atas laporan warga yang merasa terganggu oleh kebisingan dan aktivitas berbahaya tersebut. Operasi melibatkan personel Patroli Samapta I bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda. Kegiatan ini juga menjadi perhatian khusus menjelang bulan suci Ramadan.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Samarinda, Komisaris Polisi (Kompol) La Ode Prasetyo, menegaskan pengawasan akan diperketat selama Ramadan 1447 Hijriah, terutama pada malam hari hingga menjelang sahur.
“Selama Ramadan, pola pengamanan tetap kami jalankan seperti malam biasa. Setiap malam akan kami patroli, khususnya di daerah rawan balap liar seperti Kusuma Bangsa dan beberapa titik lain yang sering dijadikan lokasi berkumpul,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menilai balap liar memiliki risiko tinggi karena dapat memicu kecelakaan fatal dan membahayakan pengguna jalan lain. Oleh sebab itu, patroli rutin dan penindakan akan terus dimaksimalkan.
Seluruh kendaraan yang terjaring razia diproses melalui penilangan sebagai efek jera. Namun, kepolisian juga mengedepankan pendekatan persuasif melalui imbauan langsung dan media sosial.
Sebagai solusi, Satlantas tengah menyiapkan ajang “Night Race Ramadan Cup” sebagai wadah resmi bagi pecinta otomotif. Masyarakat pun diimbau aktif melapor jika menemukan aktivitas balap liar demi menjaga ketertiban selama Ramadan.
“Kami masih menyusun konsepnya. Jika sudah final, akan segera kami umumkan,” pungkasnya.
Editor: Erwin