Satu unit rumah kayu tunggal milik warga tersebut hangus dilalap api hingga rata dengan tanah dalam waktu singkat. Material bangunan yang mudah terbakar menyebabkan api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang berkebun. Pemilik baru mengetahui peristiwa kebakaran tersebut setelah mendapat kabar dari warga sekitar. Ketika kembali ke lokasi, api sudah membesar dan menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya.
Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hery Suhendra mengatakan bahwa setelah menerima laporan warga, petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi.
Pihaknya menerjunkan personel dari Posko 3 dan Posko 10, dibantu Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Samarinda. Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit hingga api berhasil dikendalikan agar tidak merembet ke bangunan lain.
Dalam upaya pemadaman, petugas sempat mengalami kendala saat menuju lokasi kebakaran karena akses jalan yang sempit.
“Gang menuju lokasi cukup sempit sehingga menyulitkan pergerakan armada pemadam. Meski demikian, petugas tetap berupaya maksimal hingga api berhasil dipadamkan,” katanya.
Sementara ini, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik.
“Dugaan awal kebakaran disebabkan korsleting listrik. Menurut keterangan penghuni, sebelum meninggalkan rumah sempat menyalakan kipas angin dan beberapa peralatan listrik lainnya,” bebernya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah dan masih dalam proses pendataan.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda mengimbau warga untuk selalu memastikan keamanan instalasi listrik sebelum meninggalkan rumah guna mencegah kebakaran serupa.
Editor: Erwin