Berdasarkan data, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda mencatat 13 kejadian kebakaran yang menghanguskan total 21 bangunan dalam periode tersebut.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Disdamkar kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait kondisi instalasi listrik.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH mengungkapkan sebaran kejadian kebakaran tidak merata di seluruh kecamatan. Pada awal Desember saja, empat ruko telah dilaporkan terbakar akibat insiden serupa.
“Samarinda Ulu menjadi wilayah dengan kejadian paling banyak, ada empat titik. Disusul Samarinda Utara tiga titik, lalu Samarinda Kota dua titik, Sungai Pinang dua titik, Samarinda Seberang dua titik, dan Loa Janan Ilir satu titik,” jelasnya.
Hendra AH menegaskan sebagian besar kejadian kebakaran dalam periode ini dipicu oleh korsleting listrik. Ia menyebut kelalaian dalam memeriksa instalasi listrik sering menjadi pemicu yang tidak disadari.
“Terbanyak dan hampir semua akibat korsleting listrik. Masyarakat harus lebih waspada dan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi listrik di rumah maupun tempat usaha,” ujarnya.
Ia menjelaskan instalasi listrik yang tidak sesuai kapasitas, penggunaan colokan bertumpuk, hingga stop kontak yang longgar dapat menimbulkan panas berlebih. Kondisi ini menjadi lebih berbahaya jika berada dekat bahan mudah terbakar seperti partisi triplek.
“Periksa instalasinya apakah sudah sesuai kapasitasnya. Jangan sampai colokan listrik berlapis atau kendor sehingga menyebabkan panas kemudian terbakar,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Hendra menekankan setiap bangunan wajib memiliki minimal satu alat pemadam api ringan (APAR).
“Setiap bangunan diwajibkan memiliki satu APAR agar dapat mengantisipasi awal risiko kebakaran,” tambahnya.
Menjelang libur Nataru, ia mengingatkan masyarakat yang meninggalkan rumah agar memastikan seluruh perangkat elektronik dan kompor dalam keadaan mati sebelum bepergian.
“Harap dicek kembali semua peralatan elektronik maupun kompor agar dalam keadaan mati,” tutupnya.
Editor: Erwin