Dalam dua operasi terpisah di Kabupaten Nunukan dan Malinau, tim gabungan berhasil menyita total 13,5 kilogram sabu-sabu yang hendak diselundupkan melalui jalur darat di perbatasan Kalimantan Utara.
Kapendam Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo dalam siaran persnya menerangkan, untuk kasus pertama terjadi di Jalan Transkaltimtra, Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Jumat (10/10/2025) dini hari.
"Tim gabungan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL, Satgas Intelijen (SGI) Kodam VI/Mulawarman, Unit Intel Kodim 0911/Nunukan, dan Polsek Lumbis berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 13 kilogram," jelasnya, Sabtu (11/10/2025).
Pengungkapan bermula dari kecurigaan personel Satgas Pamtas terhadap mobil Toyota Avanza hitam yang melintas di sekitar Mess Pos Koki.
Setelah dilakukan pembuntutan dan pemeriksaan bersama unsur intelijen serta Polsek Lumbis, salah satu pengemudi melarikan diri dan meninggalkan tas ransel berisi 13 bungkus sabu yang dikemas dalam plastik berlabel racun tikus.
"Dari hasil pengejaran hingga wilayah Bulungan, satu pelaku berhasil diamankan, sedangkan seorang lainnya masih dalam pengejaran," ujarnya.
Sementara itu, di Kabupaten Malinau, tim gabungan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 4/Parahyangan dan Sat Resnarkoba Polres Malinau juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 506,84 gram di wilayah Kecamatan Malinau Barat.
Dalam operasi sweeping darat di Pos Sesua pada Senin (6/10/2025), petugas menghentikan kendaraan Avanza hitam yang dikemudikan seorang pria berinisial DK (43), warga Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.
"Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 10 bungkus besar dan satu bungkus kecil sabu yang dikemas dalam kotak kue merk Swiss Roll," tuturnya.
Melalui Kapendam, Kasat Narkoba Polres Malinau Iptu Filiari Notari menyebut tersangka merupakan pelaku utama yang hendak membawa sabu menuju wilayah Kalimantan Timur. Ia menegaskan, kerja sama intensif dengan Satgas Pamtas menjadi kunci utama dalam pengungkapan kasus tersebut.
Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Wilayah Barat Yonarmed 4/Parahyangan Letkol Arm Januar Idrus mengapresiasi soliditas dan koordinasi antara TNI dan Polri di lapangan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti sinergi nyata kedua institusi dalam menjaga wilayah perbatasan dari ancaman narkotika.
Masih melalui kapendam, ia mengatakan Patroli dan sweeping akan terus diperketat di titik-titik rawan perlintasan, terutama di jalur penghubung antar kabupaten dan provinsi yang kerap dimanfaatkan jaringan penyelundupan.
Gatot menegaskan bahwa pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Ia menegaskan, perang terhadap narkoba tidak boleh mengenal kompromi dan harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Pemberantasan narkoba merupakan tugas bersama tanpa pandang bulu dan tanpa pengecualian. TNI akan selalu berada di garda terdepan bersama instansi lain untuk melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika,” ujarnya.
Kodam VI/Mulawarman akan terus memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat di wilayah perbatasan guna mewujudkan lingkungan yang aman, bersih dari narkoba, serta kondusif bagi kehidupan masyarakat perbatasan.
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menyampaikan apresiasi tinggi atas kesigapan prajurit yang bertindak cepat dan terkoordinasi dengan baik. Ia menilai dua keberhasilan tersebut menunjukkan kesiapsiagaan aparat keamanan dalam menjaga kedaulatan negara di garis terdepan.
“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata soliditas TNI–Polri di wilayah perbatasan. Kodam VI/Mulawarman berkomitmen penuh mendukung pemerintah dalam pemberantasan narkoba dan akan terus memperketat pengawasan di jalur tikus serta perlintasan tidak resmi,” tutupnya.
Editor: Erwin