Pemuda berusia 20 tahun yang kesehariannya bekerja sebagai pembuat pipa itu sebelumnya dikabarkan hilang di Sungai Mahakam, tepatnya di perairan Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara.
Adalah Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar Matan) Pos Kota Bangun yang menemukan jasad Joko Satrio sekitar 5 kilometer dari titik awal dilaporkan hilang.
Kepala Disdamkar Matan Kukar Fida Hurasani melalui Kepala Pos Damkar Kota Bangun Abdi Ratama menjelaskan, informasi awal Joko diketahui perantauan dari Lamongan, Jawa Timur dan menjadi pekerja pembuat pipa PDAM. Menurut teman-temanya, Joko terakhir kali terlihat tiga hari lalu menjelang magrib.
Namun hingga sekitar pukul 22.00 WITA malam pemuda itu tidak kembali sehingga temannya mulai khawatir. “Kronologi awalnya tidak ada yang tahu pasti. Teman-temannya hanya tahu dia hilang. Pertamanya terlihat sore, tapi malam sudah tidak kembali lagi,” ujar Abdi kepada Korankaltim.com Rabu (13/8/2025).
Tim Damkar Kota Bangun menerima laporan resmi pada Senin (11/8/2025) pagi. Saat itu warga juga sempat melakukan pencarian. Penyisiran dilanjutkan pada sore hari setelah tim beristirahat sejenak. Sekitar pukul 16.00 WITA Selasa (12/8/2025) sore kemarin, mereka kembali bergerak menyusuri sungai hingga ke area yang berjarak kurang lebih 4,5 kilometer dari titik awal.
Ditengah pencarian, sebuah kapal warga melintas dan memberi isyarat adanya benda mencurigakan di permukaan air. “Warga kapal melambai dan memberi tahu lewat radio, katanya ada mayat di atas air. Kami langsung cek lokasi dan ternyata benar,” sebut Abdi.
Bersama jasad Joko ditemukan pula sebuah topi di pinggir sungai yang diduga milik almarhum. Temuan ini memperkuat dugaan Joko terjatuh ke sungai pada hari kejadian. “Topi itu jadi barang bukti yang menguatkan dugaan dia terjatuh di sungai,” tambahnya.
Usai ditemukan, jasad Joko langsung dievakuasi dan dibawa ke Kecamatan Kenohan untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang. “Untuk proses selanjutnya kami serahkan ke pihak berwajib," tutup Joko.
Editor: Aspian Nur