Pria berusia 31 tahun itu harus berurusan dengan pihak kepolisian karena diduga menggadaika sepeda motor yang biasa digunakan untuk operasional kafe.
Aksi Amri dilakukan Rabu (9/4/2025) pekan lalu sekitar pukul 22.00 WITA malam hari. Saat itu temannya sesame pekerja di kafe bernama Lewi berusia 21 tahun baru datang usai pulang ibadah menggunakan sepeda motor Honda Vario 150 KT 2268 BDC warna coklat, yang merupakan kendaraan operasional kafe.
Saat di kafe Lewi langsung duduk kemudian didatangi Amri yang berniat meminjam sepeda motor dengan alasan menarik uang di ATM. Tanpa curiga Lewi memberikan kunci motor tersebut setelah itu pergi.
Tetapi Amri tak langsung mengembalikan sepeda motor tersebut, justru pada keesokan harinya, Kamis (10/4/2025) sekitar pukul 09.00 WITA pagi, membawa motor itu ke Jalan Otto Iskandardinata Gang Budiman Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, dan bertemu dengan temannya Zulkifli alias Agung dengan maksud menggadaikan sepeda motor dengan harga Rp2,5 Juta.
Karena tak kunjung kembali ke kafe, akhirnya temannya pun menghubungi tetapi tak mendapatkan respon dari Amri dan akhirnya memberitahu pemilik kafe kalau sepeda motor dibawa pria tersebut. Pemilik kafe atau bos Amri melaporkan hal itu ke Polsek Sungai Pinang, dengan perkara penggelapan sepeda motor.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin mengatakan pasca menerima laporan dugaan penggelapan itu, Tim Srigala Utara Polsek Sungai Pinang langsung melakukan penyelidikan.
"Anggota langsung melakukan penyelidikan, dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta bukti," kata Aksarudin Senin (14/4/2025) hari ini.
Sabtu (12/4/2025) akhir pekan tadi Amri berhasil dibekuk di Jalan DI Panjaitan, kemudian mengamanakan barang bukti sepeda motor hasil kejahatan sekitar pukul 17.38 WITA di Jalan Sultan Sulaiman Gang Rahmat Kelurahan Sambutan Kecamatan Samrbutan.
"Pelaku dan barang bukti kami amankan dilokasi yang berbeda, setelah itu langsung dibawa ke polsek untuk proses lebih lanjut," sebut Aksarudin lagi.
Terkait dengan uang hasil menggadai tersebut digunakan Amri untuk apa Aksarudin menyebutkan untuk memenuhi keperluan sehari-hari. "Habis digunakan keperluan sehari-hari saja, karena dia mengaku tidak memiliki uang sama sekali," tutupnya.
Editor: Aspian Nur