Insiden pencurian terjadi di area permainan anak dalam mall tersebut. Saat itu, korban yang masih balita berusia 2 tahun tengah bermain ditemani oleh ibunya. Sang ibu sempat meninggalkan anaknya sejenak untuk menukarkan koin permainan. Namun, ketika kembali, ia mendapati kalung emas yang sebelumnya dikenakan anaknya sudah hilang.
Mengetahui hal itu, ibu korban segera melaporkan kejadian ini ke Pos Pengamanan Idulfitri yang berada di dalam mall. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Samarinda Kota untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Mendapat laporan tersebut, Tim Elang Polsek Samarinda Kota segera bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, keesokan harinya, Rabu (2/4/2025) sekitar pukul 20.45 WITA, pelaku berhasil ditangkap ketika kembali datang ke lokasi kejadian dan diduga hendak melancarkan aksi serupa. Sebelumya petugas telah mengenali wajah pelaku langsung mengamankannya di Pos Pengamanan Idulfitri.
Mendapat laporan tersebut, Tim Elang Polsek Samarinda Kota segera bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, keesokan harinya, Rabu (2/4/2025) sekitar pukul 20.45 WITA, pelaku berhasil ditangkap ketika kembali datang ke lokasi kejadian dan diduga hendak melancarkan aksi serupa. Petugas yang telah mengenali wajah pelaku langsung mengamankannya di Pos Pengamanan Idulfitri.
Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kapolsek Samarinda Kota AKP Kadiyo saat dikonfirmasi. “Pelaku langsung dibawah ke Polsek, untuk dilakukan pemeriksaan,” turutnya, Minggu (6/4/2025) hari ini.
Dari hasil interogasi yang dilakukan anggota pelaku mengakui perbuatannya tersebut. “Pelaku memang saat diamankan dia mau beraksi lagi, karena merasa aksi dia ini mudah dilakukan,” sebutnya.
Untuk hasil kejahatannya sendiri berupa kalung emang, Kadiyo mengatakan telah dijual oleh pelaku ke pengepul emas di Pasar Pagi dengan harga Rp3.170.000.
“Sesaat setelah beraksi kalung langsung dijual pelaku, dan uangnya itu ya untuk keperluan dia sehari-hari saja, dan hanya tersisa Rp300 ribu yang kami amankan,” pungkasnya.
Editor: Erwin