Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Effendi, saat ditemui di lokasi kejadian di Jembatan Arif Rahman Hakim.
Menurutnya, upaya pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD, Disdamkarmat, serta relawan sejak Senin (31/3/2025) hingga saat ini.
“Pencarian dengan melakukan penyisiran menggunakan speed boat maupun perahu, sejauh kurang lebih 1,3 km ke arah muara sungai,” tuturnya.
“Jadi memang awalnya pada Senin ada informasi sekitar jam 3 subuh, percobaan bunuh diri, tetapi belum diketahui identitasnya. Setelah itu ada saksi yang melihat orang melambaikan tangan di sungai, ditambah dengan terdengar orang tercebur,” sambungnya.
Tak hanya itu, terdapat juga pihak keluarga yang mengaku sebagai kerabat korban, berdasarkan sandal yang tertinggal di atas jembatan.
“Mereka mengaku itu keluarganya, karena sejak malam takbiran itu tidak ada pulang ke rumah. Makanya, kami langsung melakukan upaya pencarian,” sebutnya.
Setelah ditanya diketahui identitas korban bernama Dewi Fina Sari (24) warga Jalan Biawan, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir.
“Hari ini selain pencairan dengan dilakukan penyisiran, dibantu pihak keluarga dengan membuat peralatan jangkar, juga spiritual dihadirkan keluarga dengan harapan korban segera ditemukan,” ujarnya.
Petugas juga membagi tim untuk melakukan pengecekan atau penyisiran di area distrik navigasi, serta mengurai sampah-sampah yang menumpuk di sekitar lokasi hingga ke sekitarnya.
“Karena yang ditakutkan nantinya saat surut korban terbawa arus, hingga keluar muara. Itu yang kami antisipasi, karena kalau pasang arus landai, kalau surut cukup deras,” pungkasnya.
Hingga saat ini Tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian bersama pihak keluarga, dengan melakukan pemantauan di malam hari.
Editor: Erwin