Hal ini diungkapkan Kepala BNNK Samarinda, Sutrisno Hady Santoso dalam rilis akhirnya tahun yang dilaksanakan di Kantor BNNK Jalan Anggur, Selasa (31/12/2024) sore.
“Jadi, sepanjang tahun 2024 ini kami fokus menerapkan P4GN, mulai dari melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait bahaya narkoba hingga melakukan screening atau deteksi dini,” ungkapnya.
Sepanjang tahun 2024 terdapat sebanyak 1.046 orang telah dilakukan screening mulai dari pegawai di instansi pemerintahan, swasta hingga masyarakat.
“1.046 ini terdiri dari 30 dari masyarakat, 485 instansi pemerintahan, 314 pihak swasta, dan 217 dari pelajar/mahasiswa. Hasilnya 1.037 dinyatakan negatif, sedangkan 9 orang positif,” katanya.
Ia memastikan pemeriksaan yang dilakukan diinstansi pemerintahan, para pimpinannya dinilai negatif dan beberapa pegawai dinyatakan positif mengonsumsi obat-obatan terlarang.
Di tahun ini terjadi penurunan jumlah pelaksanaan tes urine dikarenakan terkendala dengan anggarannya yang terpangkas.
“Ada penurunan memang di tahun 2024 ini, karena ada pemotongan anggaran yang digunakan seperti untuk kegiatan Pilpres serta lainnya. Jadi, jumlah peserta yang di tes urine menurun, artinya yang positif juga mengalami penurunan, karena samplingnya kurang,” terangnya.
Tetapi, untuk saat ini dengan adanya program Asta Cita Presiden tersebut diakuinya perusahaan-perusahaan yang ada, mulai gencar melakukan screening terhadap para karyawannya.
“Karena mereka pun mendapat arahan dari pusat, untuk rutin melakukan screening. Termasuk dengan instansi pemerintah, BUMN yang tentunya diminta aktif dalam melakukan deteksi dini, sehingga produktifitas perusahaan maupun kinerga pegawai di pemerintah bisa meningkat, jika seluruh pegawai/karyawan ini bebas dari narkoba,” pungkasnya.
Editor: Erwin