Tim Hyena mengamankan seorang remaja laki-laki berinisial AR berusia 18 tahun bersama 15 bungkus/poket narkoba jenis ganja dan tembakau sintetis dengan berat total 544,9 gram bruto.
Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Resnarkoba Kompol Bambang Suhandoyo saat dikonfirmasi hari ini.
"Setelah kami mendapatkan informasi terkait penyalahgunaan narkoba, anggota langsung melakukan penyelidikan di lokasi dan mengamankan pelaku bersama barang bukti di penginapan," papar Bambang kepada Korankaltim.com.
Barang bukti ditemukan di kantong celana AR saat dilakukan penggeledahan. Selain itu ditemukan juga ganja dan tembakau sintetis di jok kendaraan milik AR.
Tak berhenti disitu, petugas pun melakukan pengembangan di kediaman remaja tersebut di Jalan Lambung Mangkurat Gang 9 Kelurahan Pelita Kecamatan Samarinda Utara.
"Jadi semua barang bukti ini kami amankan saat penggrebekan di guest house, di kendaraan roda dua, serta rumah pelaku," ucap Bambang lagi.
Penangkapan AR sendiri berawal dari penangkapan tiga remaja di jalan Bengkuring Raya Gang Kangkung, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara Kamis (14/11/2024) malam sekitar pukul 22.00 WITA.
Ketiga remaja tersebut adalah BE dan IK yang sama-sama berusia 18 tahun dan MZ berusia 17 tahun dengan barang bukti dua poket/bungkus ganja seberat 5,42 gram bruto serta lainnya.
"Awalnya penangkapan dari tiga pelaku kemudian saat dikembangkan mengarah ke AR (pemilik/asal barang)," sebut Bambang lagi.
Keempatnya berperan sebagai penjual atau pengedar. "Peran mereka penjual karena mereka sama-sama mencari untung dari setiap penjualan," jelasnya.
AR mengaku mendapatkan tanaman ganja dan tembakau sintetis tersebut dengan memesan secara online, melalui Instagram.
"Asal barang dari Aceh dan dia beli secara online satu kilogram dengan harga Rp7 Juta. Itu pengakuannya baru pertama kali," papar Bambang.
MZ membeli dari AR dua bungkus dengan berat 5,42 gram bruto dengan harga Rp500 Ribu. "AR dan MZ saling kenal, makanya dia yang pesan. Kami juga lakukan tes urine apakah mereka juga pemakai atau tidak, sedangkan lain-lainnya masih didalami karena para pelaku masih dilakukan pemeriksaan," tutup Bambang.
Editor: Aspian Nur