Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli mengatakan awalnya pihaknya mendapatkan informasi dari Ketua RT serta Bhabinkamtibmas di Tempat Kejadian Perkara (TKP), terkait dengan penemuan bayi yang masih hidup di depan rumah warga.
"Setelah mendapatkan laporan warga tersebut, langsung dilakukan rangkaian penyelidikan, dengan meminta keterangan saksi-saksi serta penelurusan, hingga akhirnya bisa menguak, apa yang sebenarnya terjadi," kata Ary saat rilis kepada media di lobi Mapolresta Samarinda Kamis (26/9/2024) hari ini.
Orangtua bayi tersebut dimankan di dua lokasi berbeda. DM, ayah si bayi diamankan 16 September lalu di Jalan Awang Long, sedangkan ibu bayi berinisial DM diamankan keesokan harinya di Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser.
"Dari hasil pemeriksaan melalui gelar perkara, DM dan AM ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ini sepasang kekasih yang belum menikah," jelas Ary lagi.
Saat itu DM diketahui hamil dan merasa bingung sehingga dirinya pun mencari orang yang hendak mengadopsi bayi laki-laki tersebut. "Sampai akhirnya ketemu dengan orang yang mau mengadopsi, itu dia bertemunya di group media sosial (medsos)," jelasnya.
"Dalam kasus ini ada lima saksi yang sudah kami periksa, serta beberapa bukti berupa buku kesehatan, gelang bayi, rekam medik hingga dimana DM ini melahirkan, itu sudah dilakukan koscek semua," papar Ary.
Melanjutkan terkait dengan DM dan AM yang telah menemukan orang yang akan mengadopsi bayi, Ary menjelaskan memang sebelumnya telah ada perbincangan antara kedua belah pihak.
"Tetapi, ternyata yang ingin mengadopsi ini, tidak membicarakan kepada suaminya, karena awalnya penyampaian suaminya ke wanita yang ingin adopsi itu tidak setuju, bilangnya bersabar saja, berdoa dan melakukan pemeriksaan dokter," tuturnya.
Jadi kedua belah pihak dari tersangka maupun wanita yang ingin mengadopsi tersebut bertemu di rumah sakit, untuk menyerahkan bayi tersebut. "Tidak bertemu di depan rumah, tetapi di depan rumah sakit dan bayi dibawa oleh perempuan yang mengadopsi ke rumah. Tiba-tiba dia (pengadopsi) baru berfikir bagaimana kalau suaminya pulang, makanya saksi ini merangkai peristiwa penemuan bayi tersebut, dia ketakutan sendiri," ucap Ary.
Disinggung soal keterangan tidak benar yang disampaikan oleh pihak pengadopsi tersebut, hingga saat ini pihaknya masih fokus pada tumbuh kembang si bayi, yang saat itu dalam perawatan pihak UPTD PPA. "Artinya untuk proses penyidikan masih terus berjalan, kami berharap nantinya akan ada hasil yang baik," harap Ary.
Sementara DM yang diwawancara wartawan mengaku pasca melahirkan bayinya tersebut, dirinya langsung menyerahkan kepada wanita bernama Indah di depan Rumah Sakit Siaga di kawasan Voorfo Jalan Pembangunan, Kecamatan Samarinda Ulu. "Saya serahkan di depan rumah sakit," katanya.
DM mengaku baru sebulan mengenal Indah melalui aplikasi TikTok. Disitulah mereka ada pembicaraan terkait dengan hal untuk adopsi bayi, setelah melahirkan. "Jadi sudah ada kesepakatan pada saat saya masih hamil 8 bulan, setelah lahiran baru bertemu," ucap DM.
Saat menyerahkan bayinya itu DM tak meminta imbalan apapun, hanya kesepakatan saja untuk diadopsi. "Tetapi, tidak tahu kenapa tiba-tiba mbak Indah buat skenario sendiri, padahal saya serahkan baik-baik," ujarnya.
Ditanya mengapa dirinya mau menyerahkan bayinya tersbeut kepada orang lain karena dirinya takut dengan orang tua, lantaran hamil diluar nikah.
"Saya takut sama orangtua dan orang itu juga katanya sudah menikah lima tahun, tetapi belum punya anak, makanya saya berinisiatif memberikan bayi saya. Dia buat cerita bohong begitu, tahunya saya diamankan, pasti saya kecewa banget," tegas DM.
DM mengaku tak ada niat sedikit pun untuk menelantarkan bayi yang dilahirkannya tersebut. "Gak ada niat nelantarin, makanya saya cari orang yang mau adopsi, kalau memang tidak mau ya saya akan rawat," pungkasnya.
Sebelumnya warga Jalan Masda A Saleh Gang Kehewanan RT 24 Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Samarinda Ilir, sempat dihebohkan adanya bayi berjenis kelamin laki-laki, yang ditemukan di depan rumah warga, pada 8 Juli lalu.
Bayi yang terbungkus selimut, lengkap dengan ari-arinya ditemukan di atas kursi, tepat di depan rumah warga.
Menurut Ketua RT Solikin awalnya ia dihubungi oleh warganya, terkait dengan adanya penemuan bayi di lingkungan RT-nya tersebut.
"Setelah ditelpon, saya langsung kesana, dan koordinasikan dengan bhabinkamtibmas," ujar Solikin saat itu.
Editor: Aspian Nur