Ketiganya adalah Agus Riandi yang berusia 29 tahun dan Stella Novitasari alias Yola berusia31 tahun, berstatus pasangan suami istri siri, serta satu lagi adalah Subakti alias Bakti, pria berusia 36 tahun yang jadi penadah motor curian.
Peristiwa berawal saat pasutri tersebut Senin (9/9/2024) malam sekitar pukul 22.30 WITA berada di Jalan M Said Gang Kita Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.
Saat itu sebuah sepeda motor Honda Beat KT 3960 BAB warna merah hitam terparkir samping garasi rumah pemiliknya yaitu Jumrani.
Sekitar pukul 16.00 WITA sore hari sebelum hilang, pria berusia 38 tahun itu bersama dengan keluarganya keluar rumah menggunakan kendaraan roda empat. Sejak ditinggal, sepeda motor masih berada diparkiran awal dan sekira pukul 19.00 WITA saat keponakan Jumrani hendak jalan, masih melihat motor terparkir, tetapi saat pulang dari jalan sekira pukul 23.00 WITA malam hari, motor tersebut sudah tidak ada diparkiran.
Mengetahui sepeda motor tersebut hilang, Jumrani pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Sungai Kunjang guna dilakukan proses lebih lanjut. "Kami terima laporan terkait pencurian sepeda motor dan anggota opsnal langsung melakukan penyelidikan," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Zainal Arifin saat dikonfirmasi Senin (23/9/2024) hari ini.
Tak perlu waktu lama, Tim Anti Bandit berhasil mengamankan para pelaku di lokasi berbeda, Yola di Jalan Labu Putih Kelurahan Sempaja Utara Kecamatan Samarinda Utara Jumat (20/9/2024) pagi sekitar pukul 10.00 WITA.
Kemudian dilakukan pengembangan terhadap pelaku lain bernama Agus Riandi yang tak lain suami siri Yola, di Jalan Kampung Jawa Kelurahan Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
"Setelah melakukan pencurian, sepeda motor digadai kepada Subakti di Kukar, kemudian langsung kami amankan bersama barang bukti. Saat diinterogasi dia tahu kalau itu barang curian, makanya kami kenakan pasal penadahan," sebut Zainal.
Motif pasutri siri itu melakukan pencurian karena faktor ekonomi. "Mereka menikah siri, alasan mereka faktor ekonomi ," tutup Zainal.
Editor: Aspian Nur