Kasus pencurian ini diketahui Tim Elang setelah mendapat laporan dari warga sekitar hingga mengalami kerugian Rp15 Juta.
Pasca menerima laporan Tim Elang langsung melakukan penyelidikan di lokasi dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta petunjuk yang ada.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, anggota pun berhasil mengetahui identitas serta keberadaan para pelaku dan pada Minggu (11/8/2024) dini hari sekira pukul 01.20 WITA di Jalan Olah Bebaya Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, polisi meringkus tiga terduga pelaku pencurian yaitu Andi Ansar berusia 31 tahun warga Pulau Atas, Andi Muh Syaifal yang masih berusia 19 tahun dan M Ridho berusia 20 tahun, warga Desa Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar).
Berdasarkan interogasi, para pelaku mengakui perbuatannya, dan telah melakukan pencurian besi jembatan itu dua kali. Yang pertama dilakukan sepekan lalu dengan cara memotong besi kontainer menggunakan alat berupa balander las potong.
"Awalnya komplotan ini berangkat dari rumah seorang pelaku yang masih dicari berinisial SD, kemudian berangkat bersama-sama, menuju ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Kota Kompol Tri Satria Firdaus saat dikonfirmasi Senin (12/8/2024) hari ini. "Mereka sudah membawa peralatan yang telah disiapkan oleh SD dan Andi Ansar," imbuhnya.
Sesampainya di tempat kejadian, para pelaku pun langsung melancarkan aksinya, Andi dan SD bertugas memotong besi kontainer, sedangkan Andi Muh Syaifal dan M Ridho bertugas memantau serta berjaga-jaga di area sekitar, termasuk mengangkat besi-besi yang telah dipotong. "Besi-besi itu belum mereka jual dan masih disimpan di kediaman satu tersangka," ucap Satria lagi.
Untuk barang bukti yang diamankan dari ketiga tersangka tersebut berupa satu unit kendaraan sepeda motor, tabung gas 3 kg, tabung gas 40 liter, alat blender pemotong besi, dan dua buah selang blander dengan panjang 10 meter, serta lima buah potongan besi kontainer.
"Kami amankan barang bukti, sarana serta alat yang digunakan pelaku saat beraksi, termasuk hasil curian. Dan saat ini kami juga masih mencari satu pelaku lainnya berinisial SD," tutup Satria.
Editor: Aspian Nur