Lebih ironis lagi, Sukardi ditangkap karena kecurigaan polisi yang hendak membubarkan balapan liar di Kawasan Jalan Stadion Utama Palaran Kecamatan Palaran, Kota Samarinda.
Ceritanya berawal pada Kamis (4/7/2024) dini hari kemarin sekitar pukul 02.00 WITA. Patroli Beat 9, 10 dan 11 Regu 1 dari Polresta Samarinda sedang melakukan razia dan membubarkan aktivitas balapan liar di kawasan Stadion Palaran. Saat membubarkan balapan liar itu Patroli Beat melihat sebuah mobil jenis Sedan Datsun Go berplat KT 1782 ZJ warna putih yang mencurigakan.
Personel Beat 9 pun langsung mendekati mobil yang dicurigai tersebut dengan terlebih dahulu menghubungi Beat 10 dan 11 untuk membantu memback up dalam melakukan penggeledahan. Namun saat didekati, mobil yang belakangan diketahui dikendarai Sukardi itu langsung tancap gas, sehingga petugas langsung melakukan pengejaran.
Dalam pengejaran, mobil tersebut mengalami kecelakaan tunggal, membuat Sukardi yang berada di belakang stir pun tak bisa berkutik dan langsung diamankan. Pria tersebut kemudian digeledah dan petugas sempat melihat si driver membuang sesuatu. Saat dicek benar saja, ditemukan satu poket sabu-sabu seberat 0,8 gram bruto dengan dua sedotan, satu pipet kaca dan korek api yang biasa digunakan untuk menghisap narkotika jenis sabu. Sukardi pun langsung diamankan bersama sebuah ponsel dan mobilnya yang mengalami ringsek dibagian depan.
"Kami mendapatkan limpahan dari Patroli Beat terkait penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Kami mengamankan pelaku bersama dengan barang bukti," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Palaran Kompol Zarma Putra saat dikonfirmasi Jumat (5/7/2024) hari ini.
Dari hasil interogasi yang dilakukan diketahui Sukardi merupakan sopir travel dan barang miliknya tersebut hendak digunakan sendiri. "Dia beli untuk digunakan sendiri saat itu di Kawasan Stadion Palaran tetapi kepergok petugas, makanya dia sempat kabur," ujar Zarma lagi.
Sukardi bukan warga Kota Tepian tapi datang warga PPU dan hendak kembali ke kabupaten tersebut. "Dia bukan warga Samarinda, jadi dia datang habis antar penumpang kemudian beli sabu dan mau digunakan di Kawasan Palaran, setelah itu mau kembali, tetapi kepergok petugas," tutup Zarma.
Editor: Aspian Nur