Program yang dirangkai dalam pesantren Ramadan itu bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan para penghuni Lapas Narkotika Samarinda selama bulan suci.
Pada kesempatan itu secara simbolis Hidayat menyerahkan alat tulis dan buku materi kepada perwakilan santri. "Selain itu, santunan juga diberikan kepada perwakilan Santri Al Falah sebagai bagian dari kegiatan ini," tutur Hidayat.
Diharapkan lewat pesantren Ramadan yang dilaksanakan tujuh hari itu dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan diri warga binaan, terutama dalam meningkatkan kecerdasan spiritual mereka.
"Kami berharap agar kegiatan ini diikuti dengan sungguh-sungguh, sehingga materi yang disampaikan oleh Ustadz dapat diterima dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya lagi.
Sebelumnya saat memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-60, Lapas Narkotika Samarinda telah menjaring WBP mengikuti Lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Cabang Tilawah & Dakwah pada tanggal 16 Maret lalu.
Lomba MTQ ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Timur sebagai upaya untuk menggali dan memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Al-Qur'an, yang diharapkan dapat menjadi pedoman hidup bagi para peserta.
Kegiatan ini sebagai sarana untuk memacu semangat dalam memberikan kontribusi positif serta meningkatkan iman dan ketakwaan para penghuni Lapas Narkotika Samarinda.
Editor: Aspian Nur