Wanita paruh baya tersebut diketahui bernama Elizabet dan kepastian terjun ke SKM setelah adanya informasi dari pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Samarinda.
Informasi tersebut diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan untuk ditindaklanjuti. Tepat pukul 10.55 WITA, Unit Siaga SAR Samarinda tiba di lokasi tempat Elizabet meloncat ke sungai untuk melakukan penyisiran.
Komandan Regu Unit Siaga SAR Samarinda Hendra menjelaskan, saat tiba di lokasi mereka segera melakukan penyisiran menggunakan perahu karet juga menurunkan regu penyelam untuk mencari Wanita itu di dasar sungai.
"Kondisi di dasar sungai dalamnya 7 meter dan cenderung turun ke tengah. Lumpurnya juga dalam, setinggi lutut orang dewasa dan arusnya cukup deras," ungkap Hendra kepada Korankaltim.com siang tadi.
Setelah hampir tiga jam melakukan pencarian, tubuh Elizabet tiba-tiba mengambang di tengah Sungai Karang Mumus, tepat pukul 13.45 WITA.
Kadir, warga sekitar yang melihat tubuh Elizabet mengambang segera melompat dan berenang ke tengah untuk menarik ke tepi Sungai yang ditemukan sejauh 20 meter dari titik awal terakhir terlihat.
"Pas saya lihat langsung reflek terjun ke sungai buat narik tubuhnya. Tubuhnya sudah kaku dan kondisinya meninggal dunia," ujar Kadir yang berusia 50 tahun.
Isak tangis keluarga pun pecah ketika jasad Elizabeth dibawa ke tepi SKM. Setelah diidentifikasi oleh pihak kepolisian, jasadnya segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.
Editor: Aspian Nur