Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Resnarkoba Kompol Bambang Suhandoyo saat dikonfirmasi Rabu (13/12/2023) hari ini menjelaskan terkait penetapan lima WBP jadi tersangka tersebut. "Kami sudah periksa dan menetapkan lima WBP jadi tersangka yaitu MR, AK, RK, YY dan ML," kata Bambang.
Kelima WBP tersebut saling memesan barang yaitu narkoba jenis sabu-sabu ke WBP lainnya. "Seperti jaringan berantai, misalnya ada yang memesan, langsung satu diantara WBP ini mengkomunikasikan ke WBP lainnya, jadi berantai, artinya saling memesan satu sama lain," paparnya.
Yang menarik, pembeli sabu tersebut adalah Arinda Rachman, pria berusia 29 tahun yang kesehariannya berprofesi sebagai sopir truk tangki bahan bakar minyak (BBM) jenis solar itu yang setelah membeli menjualnya kembali.
"Dia beli sama WBP di Rutan dengan sistem jejak sebanyak 5 gram bruto, dikalikan saja satu gramnya Rp1,1 Kuta. Kalau per poketnya Rp150 Ribu dijualnya," sebut Bambang.
Jadi sopir truk tangki BBM sekaligus modus Arinda mengedarkan sabu tersebut. "Jualannya ke sopir-sopir truk kenalannya, pengakuannya buat uang tambahan. Dan itu baru pertama kali melakukan pemesanan sabu," pungkas Bambang.
Dikabarkan sebelumnya, Tim Hyena julukan Satresnarkoba Polresta Samarinda berhasil membongkar jaringan peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu Rutan di Kota Tepian.
Terbongkarnya jaringan ini bermula Senin (11/12/2023) lalu saat polisi mengamankan Arinda Rachman sekitar pukul 22.30 WITA di Jalan MT Haryono, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, tepatnya di pinggir jalan.
Arinda merupakan sopir truk tangki BBM jenis solar berplat KT 8147 NW warna biru. Karena mencurigakan akhirnya petugas pun melakukan penggeledahan terhadap Arinda dan ditemukan satu buah kotak plastik warna hijau, yang berada di dalam kabin mobil, saat dibuka ternyata berisi dua poket sabu-sabu seberat 2,81 gram bruto, timbangan digital, satu bundel plastik klip serta satu unit ponsel pintar pada genggaman tersangka.
Dari Arinda diketahui narkoba jenis sabu itu didapatkannya dari hasil berkomunikasi melalui WhatsApp dengan MR yang berada di dalam Rutan Samarinda, dengan cara sistem jejak.
Editor: Aspian Nur