Pria berusia 60 tahun itu meninggal dunia dalam kondisi tragis, masuk ke dalam selokan atau parit di Jalan Penangkaran Buaya RT 11 Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan dan ditemukan Kamis (9/11/2023) pagi jelang siang tadi sekitar pukul 10.22 WITA.
Sugiono, orang yang pertama kali melihat jasad Paimin di dalam selokan kepada Korankaltim.com siang tadi bercerita, dirinya sedang berjalan kaki dengan temannya Nurjito dan melihat ada orang dalam posisi tengkurap di dalam selokan depan rumah seorang bidan dengan kondisi sudah tidak bernyawa.
Pria 43 tahun itu langsung memberitahu ketua RT setempat yang diteruskan RT ke Bhabinkamtibmas serta relawan. “Kami langsung melapor kepada RT-nya dan tidak lama datang Bhabinkamtibmas," ujar Sugiono.
Kepolisian dari Polsek Samarinda Kota serta Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda juga tiba di lokasi kejadian tak lama berselang.
Keluarga almarhum Paimin bernama Warsiem secara terpisah menjelaskan kalau pria itu memiliki riwayat sakit kencing manis dan nyeri pada kaki. "Almarhum punya sakit kencing manis dan suka nyeri di kakinya," katanya.
Sehari sebelum ditemukan meninggal di dalam selokan itu, Rabu (8/11/2023) kemarin sekitar pukul 19.00 WITA Paimin sempat meminta uang untuk berobat ke bidan. "Dia minta uang untuk berobat ke bidan, tetapi setelah itu tidak pulang-pulang, biasanya memang sendiri saja dia perginya," ujar Warsiem.
Terpisah Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Kota Kompol Tri Satria Firdaus mengatakan berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan awal pada jasad almarhum tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan. "Diduga almarhum terjatuh dan kepala membentur benton ujung selokan," kata Tri Satria.
Atas permintaan pihak keluarga almarhum tidak dilakukan visum dan langsung dibawa ke rumah duka. "Permintaan keluarganya tidak divisum dan dibawa ke rumah duka untuk dimandikan, kemudian dimakamkan," tutup Tri Satria.
Editor: Aspian Nur