Saat terbakar rumah semi permanen bertingkat itu dalam kondisi kosong.
Menurut keterangan pemilik rumah Abdul Hamid, dirinya baru bangun tidur dan saat keluar melihat ada kepulan asal tebal dari rumah miliknya.
Ia pun bingung dan langsung memberitahu warga sekitar untuk melakukan upaya pemadaman, tetapi api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan lantai dua yang berbahan kayu.
"Itu bangunan lama, dulunya kos-kosan dan sudah lama tidak ditempati. Lantai atas itu kayu dan duanya beton di lantai bawah," ujar pria 68 tahun itu saat ditemui di lokasi kebakaran.
Hamid mengaku rencana rumah miliknya tersebut hendak direnovasi. "Rencana mau direnovasi, tetapi kena musibah, mau gimana lagi," singkatnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH secara terpisah menjelaskan kalau rumah yang terbakar kos-kosan semi permanen. Informasinya kosong tidak ada penghuni, Dugaannya korsleting listrik, tetapi untuk pastinya masih dalam penyelidikan pihak berwajib," kata Hendra.
Air yang minim jadi kendala di lapangan saat melakukan pemadaman menurut Hendra.
"Akses jalan lebar, titik api tidak jauh, hanya minim air saja, dan api bisa dipadamkan kurang lebih 1,5 jam kemudian, dibantu relawa ," tutupnya.
Editor Aspian Nur