Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli saat ditemui usai kegiatan simulasi pengamanan kota (Sispamkot) Kamis (7/9/2023) hari ini menjelaskan hal tersebut. "Kami sudah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan saat ini sedang dalam penyelidikan," kata Ary.
Berdasarkan informasi awal, terjadi korsleting pada genset sehingga meledak. "Dan penempatan genset juga tidak sesuai dan menyebabkan adanya gas buang yang menyebar ke dalam ruangan," ungkapnya.
Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi baik dari pegawai dan orang yang berada di TKP. "Alhamdulillah mereka yang menghirup gas sudah sehat dan akan kami mintai keterangan, jadi ini masih proses semua," imbuhnya.
Mengenai dugaan adanya unsur kelalaian, polisi belum bisa memastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan saksi. "Nanti dari hasil pemeriksaan itu, kami gelarkan, apakah ada unsur kelalaiannya atau tidak," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya pukul 14.30 WITA sore kemarin ada 10 karyawan dan tiga tenaga medis diduga keracunan gas monoksida yang berasal dari mesin genset, di salah satu toko asesoris wanita yang berada di kompleks Mal Lembuswana. Mereka yang menghirup gas monoksida dari mesin genset yang berada di lantai tiga ruko langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Editor: Aspian Nur