Pria 40 tahun warga Pasuruan, Jawa Timur itu berhasil menggasak puluhan motor dengan rata-rata korbannya adalah wanita.
Dalam rilisnya Kamis (10/8/2023) hari ini Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menjelaskan, awalnya Winarko membuka aplikasi kencan tersebut dan berkenalan dengan para korban yang rata-rata wanita.
Setelah komunikasi pelaku dan korban lancar akhirnya keduanya pun sepakat untuk kopi darat alias bertemu di hotel, guest house, kafe dan warung makan di Samarinda.
"Setelah itu korban ini diajak minum-minuman keras hingga mabuk untuk yang di hotel, kemudian setelah korbannya tidak sadarkan diri, pelaku beraksi dengan mengambil dompet, handphone dan sepeda motor korban kemudian kabur," jelas Ary.
Selain itu ada pula korban yang diajak jalan-jalan keliling Samarinda menggunakan sepeda motor korban. "Di tengah jalan korban ini disuruh turun dan pelaku langsung membawa kabur motor korban," terangnya.
Dalam perkara tersebut Ary menyebutkan terdapat tiga laporan yang diterima oleh kepolisian Polresta Samarinda, dengan tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu yang terjadi pada 26 Mei 2023 pukul 19.00 WITA, Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang 26 April 2023 sekitar pukul 04.00 WITA dan di Jalan Cipto Mangunkusumo di sebuah hotel Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir 18 Juli bulan lalu sekitar pukul 10.30 WITA.
"Saat ini kami baru menerima tiga laporan, tetapi mengamankan barang bukti 10 unit sepeda motor dari pelaku. Jadi, kami masih menunggu laporan lainnya," kata Ary lagi.
Dari hasil penyelidikan Winarko berhasil diamankan oleh Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, Selasa (1/8/2023) malam sekitar pukul 20.30 WITA di Jalan Poros Balikpapan KM 24, Kelurahan Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tepatnya disebuah kos-kosan.
"Pelaku kami amankan di sebuah kos Kawasan Batuah, dan barang bukti ini belum ada yang sempat dijual, jadi disembunyikan disana," sebutnya.
Pengakuan Winarko dirinya sudah beraksi sekitar satu tahun terakhir. "Dia datang ke Samarinda untuk melakukan aksinya dan sudah setahun dari pengakuannya. Tinggalnya di daerah Batuah," tutu Ary.
Editor: Aspian Nur