Sembilan bangunan yakni empat rumah tunggal dan lima bangsal di kawasan tersebut hangus akibat amukan si jago merah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda Hendra AH mengatakan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Sempitnya akses masuk ke titik kebakaran membuat mobil tangki mengalami kesulitan untuk secepatnya memadamkan api.
"Kami menggunakan selang yang disambung dibantu unit portabel relawan. Angin cukup kencang dan bangunan terbuat dari kayu, sehingga api cepat menyebar," ujar Hendra kepada Korankaltim.com siang tadi.
Setidaknya ada sembilan bangunan yang terdiri dari empat rumah tunggal dan lima bangsal 20 pintu, yang bermaterial kayu jadi arang. “Tapi itu masih data sementara," sebut Hendra.
Editor: Aspian Nur