Berdasarkan keterangan Dwi, saksi mata yang juga karyawan toko mini grosir itu mengungkapkan, sumber api pertama kali muncul dari tempat tumpukan obat nyamuk semprot.
Saat itu kata Dwi dirinya sedang melayani pembeli, kemudian pembeli tersebut memberi informasi bahwa terlihat ada api menyala dari tumpukan obat nyamuk semprot. Tak lama kemudian, langsung aliran listrik padam. "Sebelum jam 15.00 kejadian itu, posisinya saya sedang di kasir, pas mati listrik ada juga apinya," ungkap Dwi.
Melihat api tersebut, ia bersama pembeli spontan melakukan upaya pemadaman menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (Apar). Sayangnya, alat yang tersebut tak bisa digunakan. "Habis itu langsung meledak gara-gara obat nyamuk semprot itu," tuturnya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Samarinda, Teguh Setyawardhana menjelaskan, kendala yang dihadapi tim beserta para relawan untuk memadamkan api lantaran kondisi jalan masuk ke sumber api tak terlalu lebar, minim sumber air serta barang sembako yang mudah terbakar.
"Beberapa kendala yang kami hadapi, namun berhasil teratasi. Estimasi pemadaman selama 1 jam," tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin