Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur Rina Zainun menjelaskan hal itu saat dikonfirmasi Korankaltim.com Senin (19/6/2023) hari ini.
"Sudah sehat, berat badannya juga sudah naik dan sudah dibawa keluarganya beribadah di gereja kawasan balai. Makannya juga sudah normal dan anaknya sudah bisa bilang lapar," kata Rina.
Aktivitas lain si bayi juga sudah berjalan seperti biasa alias normal dan tidurnya teratur. "Ibunya juga sudah beberapa kali mendapatkan bimbingan psikolog, jadi sudah mulai tenang," paparnya.
Mengenai observasi soal zat berbahaya yang ada dalam tubuh balita berjenis kelamin laki-laki itu, Rina mengaku hingga saat ini belum mendapatka informasi dari pihak balai. "Kalau untuk kesehatan dalam tubuh saya belum tahu seperti apa," imbuhnya.
Selasa (20/6/2023) besok TRC PPA berencana berkunjung ke Balai Rehabilitasi di Tanah Merah. "Kami mau mempertanyanya tindak lanjutnya seperti apa, berapa lama akan dilakukan rehabilitasi. Kasus ini berjalan dan kepolisian akan memerlukan BAP tambahan dari ibunya, kalau kemarin itu masih awal saja," papar Rina.
Sebelumnya, Dyah Lestar selaku Kuasa Hukum yang ditunjuk TRC PPA Kaltim yang mendampingi si bayi mengatakan, hasil pertemuan dengan pihak tim Balai Rehabilitasi Tanah Merah awal pekan lalu balita menjalani rehab didampingi ibunya.
"Sudah menjalani rehab dan akan dilakukan observasi terkait kondisinya mulai dari giginya, gusi, serta rambut, termasuk dengan kondisi psikologis si balita," jelas Dyah.
Selain untuk memastikan kondisi si balita tetap baik, pihaknya juga menyebutkan ini juga untuk keamanan dari si ibu dan anak. "Ini juga untuk keamanan mereka juga dan ini juga sesuai dengan harapan kami untuk direhab," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Selasa (6/6/2023) awal Juni lalu, pasca minum air yang diberikan TR sore harinya, balita tiga tahun tersebut tidak tidur tiga hari dua malam, yang diduga akibat air bekas alat isap (bong).
Hal ini terungkap, setelah ibu dari balita tersebut curhat ke medsos Facebook Rabu (7/6/2023) pagi lalu, tentang anaknya yang tidak tidur, mengoceh tidak jelas dan banyak mengelurkan keringat di kepala. Ini terjadi usai diberikan minuman yang diduga air bercampur sabu, oleh tetangganya dalam botol, saat berkunjung ke rumah tetangganya itu.
Editor: Aspian Nur