Menurut keterangan salah satu pekerja pelabuhan, Muhammad Sabri (50) mengatakan, awalnya ia melihat sesuatu berwarna kuning. "Terus teman saya tanya itu apa, mungkin mayat, saya bilang begitu," katanya saat ditemui di Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda hari ini.
Setelah itu, ia bersama dengan rekan lainnya pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek KP Samarinda. "Saya langsung lapor, sebelum diangkat (evakuasi)," katanya.
Ia pun mengaku, awalnya dirinya bersama rekannya itu hendak pergi mandi, kemudian saat menoleh ke arah sungai melihat jasad mengambang. "Itu bajunya warna kuning, masih menggunakan hijab, sepertinya sudah tua," tutupnya.
Dikonfirmasi terkait penemuan itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek KP Samarinda Kompol Subari mengatakan pasca mendapatkan laporan itu anggota langsung menuju ke TKP dan berkoordinasi dengan Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda. "Saat dievakuasi kondisi tubuh korban masih bagus, kemungkinan baru dan saat ditemukan tidak ada identitas," katanya saat dikonfirmasi Jumat (16/6/2023) sore tadi.
"Dari hasil pemeriksaan jasad korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, dugaanya dia terpeleset," sambungnya.
Setelah itu, jenazah langsung di evakuasi ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) guna dilakukan visum. "Karena tidak ada identitas yang share di medsos, ternyata ada keluarganya dan yang datang itu anaknya, dia warga Pasar Pagi," terangnya.
Berdasarkan informasi keluarga bahwa almarhum bernama Ituo (72). "Keterangannya korban ini sudah pikun, terakhir pamit bilangnya mau ke laundry, dicari tidak ketemu, dan ternyata ketemu di sungai dekat pelabuhan," pungkasnya. Saat ini jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan akan dimakamkan.
Editor: Maruly Zainuddin