Si jago merah yang mengamuk sekitar pukul 14.30 WITA itu menyebabkan 5 bangunan ludes dilahap api. Bangunan tersebut terdiri dari 3 rumah tinggal dan 2 bangsal dengan 7 pintu. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH menyampaikan, kobaran api menyedot perhatian warga karena lokasinya yang cukup dekat dengan jalan raya. "Kurang lebih satu jam tim berupaya memadamkan kobaran api yang berada di dalam gang," ucap Hendra.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, akan tetapi Hendra menyebutkan ada dua relawan yang sesak nafas saat berupaya memadamkan api. "Penyebab pasti dalam penyelidikan Polsek Sungai Kunjang yakni adalah korsleting listrik," urainya.
Dikatakannya, kendala yang dihadapi petugas di lapangan diantaranya lokasi api berada di area padat penduduk dan akses jalan menuju titik api yang sempit serta bangunan yang rata-rata terbuat dari kayu membuat kobaran api cepat merambat. Sedikitnya, 11 unit tanki fire truck Disdamkar dan Pasukan Mencegah Kebakaran (PMK) swasta serta 22 mesin portabel relawan dikerahkan untuk memadamkan api.
Editor: Maruly Zainuddin