"Jadi, setiap informasi maupun petunjuk dari masyarakat itu pasti selalu kami tindaklanjuti," ungkap Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang, Kompol Ahmad Abdullah saat dikonfirmasi Rabu (7/6/2023) sore tadi. "Dan beberapa petunjuk itu sementara masih nihil," sambungnya.
Meski begitu, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan penelusuran. "Petunjuk-petunjuk apapun akan kami tindaklanjuti. Jadi, kami ada informasi orangnya di Balikpapan, ternyata nihil dan tadi malam di Seberang (Kecamatan Samarinda Seberang), itu juga nihil," terangnya.
Disinggung soal CCTV di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihaknya mengaku belum ada petunjuk yang mengarah ke si pembuang bayi. "Ada CCTV sekitar tapi jauh, tidak kelihatan, yang jelas kami akan memaksimalkan penyelidikan ini," sebutnya.
Disinggung sudah berapa saksi yang diperiksa dalam perkara tersebut, diakuinya sudah ada tujuh orang. "Saksi ada tujuh yang kami mintai keterangan, tetapi belum ada petunjuk apa-apa, karena tidak ada yang melihat langsung," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (30/5/2023) sekitar 01.30 WITA di Jalan AW Sjahranie, Kelurahan Sempaja Barat, Kecamatan Samarinda Utara, jasad bayi baru lahir berjenis kelamin laki-laki dengan tali pusar masih menempel ditemukan ditumpukan sampah, tak jauh dari TPS.
Jasad bayi itu terbungkus kantong kresek warna hitam putih berada di dalam kotak sepatu. Jasad tersebut ditemukan oleh petugas DLH Kota Samarinda, saat akan mengangkut sampah di TKP.
Editor: Maruly Zainuddin