Usai apel siaga yang berlangsung Kamis (11/5/2023) kemarin, rapat khusus langsung digelar, dipimpin Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong Agus Dwirijanto., berlangsung di ruang rapat lantai 2..
Pada rapat itu, Agus memerintahkan agar lebih aktif dan responsif dalam melakukan deteksi dini keamanan.
"Untuk tahap awal saya khususkan kepada jajaran KPLP dan Kamtib" kata Agus dikonfirmasi Korankaltim.com Jumat (12/5/2023). "Bukan langkah reaktif terhadap melihat fenomena di lapangan" imbuhnya.
Agus juga memerintahkan jajarannya agar lebih giat dan gencar dalam melakukan razia dan kegiatan-kegiatan pengamanan lainnya. Kurangnya sarana dan prasarana keamanan bukanlah kendala dalam melakukan kegiatan keamanan. Seperti diketahui alat X-ray di Lapas Tenggarong mengalami kerusakan sejak 3 tahun terakhir. "Kerusakan ini sudah kami laporkan secara berkala kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan" ungkap Agus.
Meski begitu, tanpa alat X-Ray atau sinar X tersebut komitmen dan integritas petugas Lapas Tenggarong dalam melaksanakan tugas tidak berkurang.
Hal ini terbukti dengan penggagalan seorang penitip barang saat hendak memasukkan alat komunikasi yaitu telepon seluler ke dalam Lapas kemarin.
"Terhadap temuan ini saya sangat mengapresiasi dan memerintahkan kepada jajaran keamanan untuk dilakukan pemeriksaan terhadap WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) yang bersangkutan" tegasnya.
Rapat ini dihadiri oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Yudi Hari Yanto dan Kepala Seksi Administrasi dan Tata Tertib yang diwakili oleh Rahmadani selaku Kasubsi Keamanan.
Yudi menjelaskan sampai saat ini razia pada bulan Mei telah dilakukan dua kali. "Kami juga melakukan kontrol ke kamar hunian dan area rawan secara berkala baik itu oleh staf maupun petugas pengamanan" tegas Yudi.
Editor: Aspian Nur