Alasannya, pihaknya menemukan kendala berupa minimnya bukti dan saksi yang dapat memperjelas keterangan dalam insiden itu.
"Kami sudah melakukan penelusuran dan ke rumah sakit maupun klinik-klinik sekitar, tetapi belum ditemukan. Karena biasanya pascamelahirkan atau aborsi pasti kemungkinan ada pendarahan, kemudian melakukan perawatan, tetap ini belum ada," ungkap Tri Satria, saat dikonfirmasi Minggu (9/4/2023)
Namun demikian, Tri mengaku sudah mendapatkan informasi tambahan berupa jenis kelamin sang janin, dan usianya. "Kalau hasil visum rumah sakit, perkiraan dokter, itu janin laki-laki, usia 4 bulan," sebutnya.
Selanjutnya, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan, untuk mencari pembuang janin tersebut. "Karena saksi-saksi yang kami mintai keterangan hanya menemukan saja, tidak melihat langsung dibuang, kemudian melaporkan ke relawan dan relawan ke kami. Pemeriksaan CCTV juga tidak ditemukan dan tidak terlihat," bebernya.
Meski begitu pihaknya akan terus mencari petunjuk-petunjuk, meski minim saksi maupun bukti. "Ya mudahan saja nantinya ada titik terang," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (25/3/2023) lalu sekitar pukul 23.30 WITA, tiga warga tengah asik memancing dan tiba-tiba menemukan janin bersama dengan ari-arinya yang berada di tepian mahakam, tepatnya di bawah pondasi beton, di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, tepatnya di seberang Makorem, tepat di belakang sebuah halte.
Editor: Rusdianto