Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menyebut ada unsur penganiayaan dibalik kematian Sahrani, pria berusia 37 tahun tersebut yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan karena ditubuhnya ada beberapa luka tusukan.
"Kami sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dari hasil pengamatan ada dugaan meninggal dunia akibat dianiaya," sebut Ary.
Kemungkinan itu ada karena di tubuh almarhum terdapat tujuh tusukan senjata tajam. "Ada tujuh luka tusukan, tiga dibagian perut, tiga di dada dan satu lagi di punggung belakang," ungkapnya.
Untuk lebih memastikan penyebab kematian Sahrani, polisi pun melakukan autopsi. "Dari hasil autopsi dan olah TKP nanti kami akan mencoba mencari tahu siapa pelakunya, termasuk dari keterangan-keterangan saksi," jelas Ary lagi.
Hingga hari ini sudah empat orang yang diminta keterangan sebagai saksi penemuan mayat Sahrani tersebut. "Sementara ada empat saksi yang sudah kami mintai keterangan, itu warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut," paparnya. "Untuk pelaku masih dalam pendalaman, semoga segera terungkap," harap Ary.
Diberitakan media ini sebelumnya, mayat Sahrani ditemukan di dalam parit dekat kebun di Jalan Rawa Sari dengan kondisi Sahrani posisi kepala di dalam parit, dengan tujuh luka tusukan senjata tajam di tubuhnya yang sebelumnya warga sempat mendengar keributan di lokasi tersebut.
Editor: Aspian Nur