Tak hanya berlatar dua alasan doyan selingkuh dan main fisik, alasan lain HY melapor ke Polresta Samarinda Sabtu (18/3/2023) kemaren karena sang suami menyebarkan foto setengah bugil dirinya di media sosial.
Sejak awal menikah tahun 2011 lalu hingga saat ini, wanita 41 tahun itu mengaku suaminya ternyata kerap berkirim pesan dengan wanita lain. Terparah sejak tahun 2019 hingga terahir pada Maret 2023 ini.
"Dari awal menikah memang sudah ada gelagat dia chat (berkirim pesan) sama perempuan lain, tetapi saya biarkan saja. Parahnya itu mulai 2019 sampai sekarang," kata HY kepada Korankaltim.com Sabtu (18/32023) kemarin.
"Dia suka nuduh saya selingkuh, padahal sebaliknya, tetapi yang dia tuduhkan tidak benar," sambungnya.
Selama prahara dalam rumah tangganya itu, sang istri selalu memaafkan perbuatan suaminya dan sepakat untuk memperbaiki hubungan mereka dengan berlibur ke Turki.
"Tetapi niat memperbaiki hubungan gagal, karena dia (suami) kedapatan intens chatingan dengan perempuan saat kami di Turki. Dia malah sakit hati ketahuan, dan posting foto saya," sebut HY lagi.
Foto yang disebar oleh NS diakuinya diambil saat berada di luar negeri di dalam sebuah kamar hotel, dengan posisi tidur tanpa mengenakan pakaian.
"Dia pura-pura bilang ada sesuatu di wajah saya, terus dia foto, itu diatas dada, saya tidak curiga apa-apa, namanya suami istri kan hanya konsumsi pribadi saja. Mungkin bagi orang itu biasa, tetapi saya kan berhijab sudah lama sejak sekolah, diposting foto begitu ya jelas malu," tegas HY.
Dirinya pun tak ragu melapor ke Polresta Samarinda, didamping kuasa hukumnya. "Ini sudah keputusan saya, karena sudah berulang kali, insya Allah siap risikonya nanti. Yang saya laporkan soal penyebaran foto, pengancaman dan penghinaan," papar HY.
Alasan melaporkan sang suami lantaran ingin memberikan pelajaran. "Saya sudah malu dan beban moral juga mental untuk saya, mudahan ini bisa menjadi pelajaran untuk dia," tutupnya.
Sementara Kuasa Hukum HY Dyah Lestari mengatakan, awalnya dirinya didatangi oleh kliennya itu untuk konsultasi terkait perceraian.
Tetapi, tiba-tiba ada masuk pesan dan melihat, foto kliennya itu diposting di medsos di akun pribadi suaminya. "Awalnya hanya konsultasi cerai, karena melihat foto di media sosial akhirnya dia melangkahkan ke kepolisian," kata Dyah.
"Postingan itu sudah beberapa kali, terakhir kemarin dengan kata-kata tidak pantas diucapkan oleh seorang suami," sambungnya.
Laporan sudah diterima dan kliennya pun telah dimintai keterangan. "Itu laporan resmi dan klien saya juga sudah dimintai keterangan, jadi kami masih menunggu proses selanjutnya dari kepolisian," tutup Dyah.
Editor: Aspian Nur