Hal ini disampaikan Kaum atau penjaga Langgar Al-Muhajirin Syarif. Sebelum musibah terjadi dirinya bersama dengan istri dan anak serta tetangganya tengah berada di teras lantai bawah mengobrol dan tiba-tiba mendengar suara ledakan keras dari lantai dua rumahnya tersebut.
"Saya dengar suara ledakan seperti mercon, saya bilang sama istri mungkin ada angin kencang karena memang biasa begitu. Tetapi, istri saya tiba-tiba langsung teriak kebakaran," kata Syarif saat ditemui Korankaltim.com di lokasi kejadian petang tadi.
Syarif bergegas mengambil alat pemadam ringan (apar), tetapi setibanya diatas kepulan asap tebal dan api yang membesar, mengurungkan niatnya itu dan akhirnya ia bersama anak dan istrinya pun keluar untuk menyelamatkan diri.
"Yang bisa diselamatkan surat-surat dalam satu kardus, selain itu tidak ada. Diatas itu ada dua kamar, untuk saya sama istri dan satunya untuk kedua anak saya, tetapi anak saya yang satunya sedang tidak ada di rumah," beber pria 60 tahun tersebut.
Saat ditanya, apa yang menjadi penyebab api tersebut, ia tak mengetahui secara pasti dan hanya melihat awalnya percikan, kemudian api membesar dengan cepat. "Saya lihat percikan api, terus langsung membesar," pungkas Syarif.
Editor: Aspian Nur