Sebelumnya, sepeda motor itu dipinjam oleh rekan korban untuk membeli makana. Kemudian, setelah itu, teman korban langsung mengembalikan kunci motor tersebut dan memarkirkan kendaraan roda dua itu di tempat semula.
Saat hendak digunakan oleh pemiliknya, ternyata motor itu sudah tidak ada lagi diparkiran. Sudah pun dicari disekitar tetapi tidak ketemu dan akhirnya si pemilik langsung melaporkan ke Polsek Sungai Kunjang.
Atas laporan tersebut petugas pun langsung melakukan penyelidikan dan mengunpulkan bukti-bukti serta keterangan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hingga, akhirnya petugas berhasil mendapatkan identitas pelaku atas nama Selamat Jailani alias Amat, pria berusia 46 tahun yang berhasil diringkus di Jalan Cipto Mangumkusumo, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Samarinda Seberang, tepatnya di depan sebuah hotel Senin (21/11/2022) lalu.
"Kami amankan pelaku di depan hotel di daerah Gunung Panjang Samarinda Seberang," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Made Anwara saat dikonfirmasi Rabu (23/11/2022) hari ini
"Amat berdasarkan hasil pemeriksaan pernah masuk (penjara) dengan kasus yang sama sekitar dua tahun lalu dia bebas," sambungnya.
Berdasarkan hasil pengembangan sementara, pihaknya berhasil mengamankan 8 unit sepeda motor hasil kejahatan Amat. "Ada 8 unit motor yang kami amankan, ada yang sudah dia jual melalui media sosial (medsos) dengan harga Rp2 juga sampai Rp2,7 juta," ujar Made lagi.
Amat disebut perwira melati satu itu sudah beraksi sekitar 8 bulan. "Modus yang dia gunakan memantau sasarannya, kalau misalnya aman, baru beraksi. Dia bawa motor sendiri, motornya itu diparkir dekat TKP, setelah itu dia bawa kabur motor korbanya dengan menggunakan kunci T, kemudian dia kembali mengambil motornya naik ojol," bebernya.
Amat juga beraksi di wilayah hukum Polsek Samarinda Seberang sehingga, barang bukti pun diserahkan ke Polsek Seberang.
"Ada wilayah Polsek Seberang juga, jadi kami serahkan kesana. Saat ini kami masih melakukan pengembangan lagi, dugaan adanya TKP lain," pungkas Made.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur