"Tadi pagi karyawan datang sekitar jam 8, terus memang ada nampak asap hitam keluar dari dalam kios, pas di buka ternyata asap hitam sudah mengepul tebal, dan api jatuh dari atas ke bawah," ujarnya.
Dia menerangkan, kios-kios ini tidak ada yang menempati, jadi para karyawannya setiap pagi yang membuka. Yusuf menambahkan, kemungkinan kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, sehingga menimbulkan percikan api yang mengakibatkan ruko yang ditempati kios jus buah dan warung makan tersebut terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Samarinda Hendra AH yang langsung memimpin pemadaman di lokasi kejadian menyampaikan, kurun waktu sekitar 45 menit kobaran api dapat di tangani oleh para relawan kebakaran.
Dia menambahkan, timbulnnya api diduga berasal dari kios jus buah dan api merambat melalui atap rumah. Hendra juga meyakini kios-kios tersebut tidak memiliki APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
"Memang keberadaan APAR sangat penting dalam penanganan kebakaran, dan tentu ini akan membantu dalam penanganan awal. Seandainya ada APAR bisa cepat diatasi," Kata Hendra.
Pihaknya hingga saat ini terus menerus menyampaikan agar masyarakat baik itu pelaku usaha atau rumah tangga untuk memiliki APAR. " Yang punya usaha juga wajib punya APAR, sehingga jika ada muncul api cepat teratasi, tidak sampai menimbulkan kerugian yang lebih besar," jelasnya
Penulis: Rahmat Surya
Editor: Maruly Zainuddin