Menurut keterangan salah satu relawan Samarinda, Ade Tri Julianto mengatakan, awalnya ia mendapatkan informasi tersebut sekira pukul 17.00 WITA, kemudian langsung meluncur dan menunggu pihak kepolisian Polairud Polresta Samarinda serta Basarnas untuk mengevakuasi dari sungai.
"Posisi itu kan di bawah LCT, jadi kami evakuasi dengan mengikat bagian paha jasad tersebut dengan tali, setelah itu ditarik dan dibawa ke pinggir dekat SPBU Batu Penggal," tuturnya.
Untuk jasad sendiri disebutkannya terdapat identitas di dalam dompet kantong celana sebelah kanan yakni KTP dan kartu pelajar, kartu debit Paspor yang mana merupakan warga Banjarsari Kulon, Kelurahan Dagangan Madiun, Jawa Timur (Jatim). "Identitasnya ada, tapi bukan warga sini, kalau tidak salah dari Madiun, masih muda juga, sekitar 23 tahun," singkatnya.
Sementara, personel Unit Siaga SAR Samarinda, Rasman mengatakan setelah mendapatkan laporan, pihaknya bersama dengan personel langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Posisi jasad itu di bawah LCT, sekitar 30 meter jaraknya dari pinggir sungai. "Saat kami evakuasj kondisi jasad sudah membengkak dan mulai membusuk, diperkirakan sudah sekitar 3-4 hari meninggal," singkatnya.
Dan saat ini jasad pemuda tersebut sudah berada di kamar jenazah RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) untuk dilakukan visum maupun autopsi sambil mencari pihak keluarga korban.
Penulis:Nancy
Editor: Maruly Zainuddin