"Kami menemukan 9 poket sabu-sabu dengan berat kurang lebih 10 gram bruto, dibawa pemuda berinisial MB warga Balikpapan yang terdaftar pada nomor antrean A-67 di aplikasi E-Trol. Barang itu ditujukan kepada WBP berinisial AW," jelas Hidayat.
MB yang berusia 25 tahun langsung diamankan dan petugas Lapas langsung berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Samarinda untuk ditindaklanjuti. "Kami langsung serahkan pelaku dan barang bukti ke polisi untuk diselidiki lebih lanjut," singkatnya.
Terpisah, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Resnarkoba Kompol Ricky Ricardo Sibarani mengatakan MB sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"MB sudah jadi tersangka, untuk WBP tujuan barang itu masih dilakukan pemeriksaan mendalam, karena AW yang menerima merasa tidak pernah memesan serta melalukan komunikasi dengan MB," jelas Ricky.
Yang jelas berdasarkan keterangan awal MB diperintahkan seseorang berinisial B, tetapi sebelum ke Lapas diminta untuk menemui orang berinisial L di Jalan PM Noor.
"L ini yang memberikan sayur nangka untuk diantar ke Lapas dan MB sebenarnya tahu makanannya berisi sabu-sabu dan dijanjikan upah lima juta sampai juta rupiah kalau barang itu bisa masuk Lapas yang ditujukan kepada napi berinisial AW," paparnya.
Yang tak diperkirakan MB saat berada di pintu Lapas adalah pemeriksaan ketat oleh petugas jaga yang memeriksa hingga ke dalam bungkusan sayur nangka yang dibawanya.
"Saat itu MB belum pergi dan petugas jaga memanggil AW, tetapi AW tidak mengakui karena merasa tidak pernah pesan dan berkomunikasi dengan MB," sebut Ricky lagi. "Memang sebelum mengantar, MB juga mengantar makanan kesana, ditujukan kepada Kamal lolos, tujuannya hanya untuk memantau situasi, itu hanya makanan saja. Karena percobaan pertama berhasil dia mengulang lagi ternyata yang kedua gagal," sambungnya.
Polisi masih mendalami siapa pemilik barang haram tersebut, serta yang memerintahkan MB mengantar sabu.
"Baik B maupun L masih kami cari, kalau AW masih akan dilakukan pemeriksaan dengan mencari alat-alat bukti, kalau memang benar terlibat," tutup Ricky.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur