AP, pria asal Kutai Barat yang sehari-harinya bekerja sebagai kurir atau pengantar barang itu ditemukan gantng diri oleh kakaknya AS di kantor tersebut.
Kepada Korankaltim.com, AS bercerita kalau sebelum ditemukan meninggal dunia AP diajaknya ke kantor partai tersebut hari Jumat (26/8/2022) kemarin sekitar pukul 23.00 WITA.
AS dan AP pergi ke kantor partai di Jalan Wahid Hasyim, Sempaja, tempat AS bekerja sebagai penjaga malam atau wakar dan meninggalkan sang adik di kantor tersebut sebentar.
"Saya tinggalkan dia sendiri di lantai dua dan saat saya kembali jam dua dini hari saya kaget dia sudah tergantung di kusen pintu, lehernya dijerat pakai tali rafia," ujar AS.
Mengenai pemicu sang adik nekat menghilangkan nyawa sendiri, si kakak menjelaskan penyebabnya karena seringnya AP bertengkar dengan kekasihnya.
"Mereka memang sering bertengkar dan adik saya ini mau menikahi pacara itu tetapi karena surat perceraian pacarnya belum keluar, mereka akhirnya sering berantem," papar AS.
Terpisah, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Noor Dhianto mengatakan, dari keterangan keluarga AP dugaan bunuh diri memang dipicu masalah asmara.
"Almarhum dan kekasihnya sudah lama berpacaran tapi keduanya sering berselisih. Status si wanita sebenarnya sudah berpisah dengan suaminya, tetapi belum ada surat pernyataan dari pengadilan, diajak menikah sama almarhum tetapi terkendala dengan status kekasihnya itu yang belum resmi bercerai," papar Noor Dhianto.
Hanya saja menurut perwira tiga balok tersebut semua masih berdasarkan keterangan dari pihak keluarga almarhun dan pihaknya belum memintai keterangan dari pihak wanita.
"Keterangan masih dari keluarga si pria, jadi untuk motifnya kami masih dalami lagi, dengan meminta keterangan dari kekasih almarhum," tutup Noor Dhianto.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur