"Saya lihat forklift tidak terkendali saat turunan dan ban belakang sudah mentul-mentul, kemudian teriak pindahkan giginya, terus nabrak pohon, si operatornya terpental hingga terseret akhirnya tertindih forklift," ungkapnya.
Setelah kejadian itu, ia berbegas memanggil rekan kerjanya untuk memastikan kondisi korban, tetapi saat itu ia tak melihat tubuh si operator karena minim penerangan.
"Karena gelap saya gak lihat korbannya, dan cariin, terus saat nyalakan senter ada topi, ternyata tidak jauh dari situ tubuh korban persis tertindih forklift," terangnya.
Karena posisi tubuh korban berada di bawah forklift, ia pun meminta bantuan warga yang melintas dan tak lama relawan tiba di lokasi untuk membantu evakuasi. Proses evakuasi menggunakan satu unit ekskavator.
"Langsung dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan, pakai ambulans PMI, tetapi tidak tertolong," tandasnya.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Lantas Kompol Creato Sonitehe Gulo mengatakan pihaknya telah melalukan olah TKP di lokasi kecelakaan itu. "Anggota kami langsung turun ke lapangan untuk olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi yang melihat," katanya.
Menurut Gulo, forklift yang dikemudikan Hamli berjalan dari arah Teluk Bajau dan hendak menuju ke pergudangan di Palaran. Tetapi saat diturunan sebelum Jembatan Ahcmad Amins, forklift melaju kencang, kemudian oleng hingga membentur median jalan, dan langsung berbelok ke kiri.
"Sehingga pengemudi (operator) forklift terpental keluar dan terseret lalu terhimpit forklift, akibatnya operator forklift mengalami luka berat akibat tertindih," tandasnya
Penulis: Nancy
Editor: Supiansyah