Untuk barang bukti yang diamankan berupa blower yang digunakan melakukan pembersihan bunker, benda-benda yang terbakar seperti terpal yang terbakar, baju terbakar, minuman mineral milik korban, selang terbakar dan tali rafia terbakar.
Ditemui di ruangannya, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli mengatakan terkait dengan insiden yang terjadi di SPBU Samarinda Seberang, yang mana terjadi letupan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Dari keterangan awal, dimana letupan terjadi diduga akibat ada gas buang di dalam tangki, ya mungkin proses sirkulasinya dalam kondisi tidak sempurna, kemudian ada percikan api dari listrik. Tetapi ini masih diselidiki dan kami juga sudah melakukan oleh TKP, selanjutnya kami juga akan panggil ahli daei pertamina untuk mengecek kembali seperti apa spesifikasi tangki penyimpanan BBM ini, dan apa penyebabnya," ungkapnya.
Pihaknya juga sudah meminta keterangan dua orang yang berada di TKP.
"Jadi memang ada dua korban mengalami luka bakar akibat letupan, nanti akan kami mintai keterangan, bagaimana posisi mereka," terangnya.
Ditanya soal apakah dalam insiden tersebut, terjadi karena adanya kesalahan prosedur dalam melakukan pembersihan bunker tersebut, pihaknya belum bisa memastikan. "Itu kami belum bisa sebutkan, karena kan yang ahlinya dari SPBU maupun Pertamina," tandasnya.
Sementara saat ditemui di lokasi Pengawas SPBU, Zainuddin (50) mengatakan jika saat peristiwa dua pekerja yakni Didha Dony Damara (20) serta Suwarno (51) yang merupakan ayah dan anak tengah melakukan pembersihan bunker BBM Pertalite.
"Iya posisi lagi pembersihan bunker itu mulai jam 12 siang sampai sore jam 5, tidak tahu kenapa tiba-tiba ada percikan api dari penguapan di dari dalam bunker, yang saat itu menggunakan mesin blower," tuturnya.
Untuk korban sendiri ayah dan anak tersebut mengalami luka bakar di akibat semburan api, yang mana saat itu Dony berada di atas, tepat di pintu bunker, dengan posisi wajah serta tangan mengarah dalam bunker, sehingga membuat korban mengalami luka bakar bagian wajah serta kedua tangan akibat semburan api dari dalam bunker, sementara Suwarno posisi berada di dalam bunker yang mengalami luka melepuh di kedua tangan.
"Api itu sebentar saja sekitar 5 detik lah. Untuk korban sekarang menjalani perawatan medis di rumah sakit, ya alhamdulillah selamat," ujarnya.
Meski telah terjadi insiden tersebut, SPBU tetap beroperasi seperti biasa, tetapi hanya melayani pengisian BBM jenis solar. "Iya, tetap berjalan seperti biasa, tidak terganggu," singkatnya.
Penulis: Nancy
Editor: Supiansysh