Kepada Korankaltim.com siang tadi, wanita 50 tahun itu menjelaskan kalua pemilik mobil pikap merk Grand Max berwarna silver diakuinya kerap terlihat memindahkan BBM dari tangki mobil ke jeriken.
"Dia parkir mobil di tempat pencucian motor sama ambal. Tadi saya tidak melihat dia memindahkan BBM tapi dia bolak-balik tadi, dia mau isi bensin di depan karena dia juga jualan eceran dan punya Pertamini, tiba-tiba dia teriak kebakaran, saya langsung bangunkan suami saya," ujar Khariah.
Khariah juga bercerita sering melihat pemilik mobil dan pencucian serta warung sembako itu memindahkan bensin dari tangki ke jeriken menggunakan selang ukuran sedang.
"Tadi saya tidak melihat dia memindahkan BBM tapi tiba-tiba langsung ada api dan saya juga tidak tahu orang itu lari kemana. Saya sempat dengan suara ledakan dua kali, makanya takut mau dekat," ungkap Khariah lagi.
Dari pantauan Korankaltim.com di lapangan terlihat Unit Inafis Polresta Samarinda melakukan olah tempat kejadian perkata (TKP) untuk mencari bukti-bukti dan meminta keterangan dari Khairah untuk menunjukkan dimana biasanya pemilik tersebut memindahkan BBM.
Dalam olah TKP diamankan dua jiriken ukuran 43 liter, satu jiriken 5 liter, selang yang diduga menggunakan untuk memindahkan BBM, corong serta mobil pikap tangki modifikasi yang telah dipasang garis polisi.
Kebakaran di di Jalan Kebahagiaan siang tadi membuat 6 bangunan yakni 3 rumah tunggal dan 3 bangsal 6 pintu turut ludes terbakar.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur