Fitri, teman SY yang juga seorang waria kepada Korankaltim.com petang tadi menjelaskan, sepekan lalu temannya yang berusia 27 tahun itu sempat meminta uang Rp500 ribu kepadanya untuk pulang kampung ke Palu, Sulawesi Tengah.
"Terakhir ketemuan dia bilang mau pulang kampung, itu seminggu yang lalu. Saya kira dia sudah pulang, tapi keluarganya menelepon katanya SY tidak ada," ujar Fitri.
Sebelumnya almarhum memang pernah masuk rumah sakit dan dirawat oleh rekannya yang lain hingga sembuh. Hanya saja Fitri tidak menjelaskan apa penyakit yang diderita SY.
"Dia dirawat teman saya juga yang waria, kalau sakitnya itu privasi ya. Dia sempat pulang kampung dan kembali lagi kesini. Sehari-hari terima job sebagai MC dan nyanyi, dia berdandan seperti waria juga," jelas Fitri.
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena melalui Kasubnit Inafis mengatakan, dari hasi pemeriksaan awal pada jenazah SY tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
Saat ditemukan SY dalam posisi terlentang dan hanya mengenakan baju kaos alias setengah bugil diatas tempat tidur.
"Tidak ada tanda kekerasan, dari kemaluannya mengeluarkan cairan serta dubur mengeluarkan kotoran. Diperkirakan sudah meninggal selama seminggu, karena kondisi membengkak dan tercium aroma tidak sedap," papar Harry.
Dari hasil pemeriksaan tersebut Harry menyimpulkan jika almarhum meninggal karena sakit dan hal itu dibenarkan dari keterangan rekan SY.
"Informasi temannya juga dia ada sakit. Jenazah langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk divisum," pungkas Harry.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur