"Setelah kami dapat laporan unit terdekat, dengan dibantu PMK dan relawan, langsung menuju lokasi. Kurang lebih satu jam, api baru bisa dikuasai," tuturnya.
Akibat musibah tersebut, setidaknya ada dua bangunan yang ludes terbakar jadi arang, yakni warung sembako dan pengrajin mebel.
"Kalau penyebabnya, kami belum tahu, tetapi informasinya korsleting listrik, untuk jelasnya dalam penyelidikan pihak berwenang," ujarnya.
Untuk kendala sendiri Hendra menyebutkan tidak hampir tidak ada, karena akses jalan dan sumber air cukup.
"Hanya saja api dengan cepat membakar bangunan, karena bermaterial dari kayu dan banyak barang mudah terbakar seperti di toko mebel," tandasnya.
Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol Made Anwara melalui Kanit Reskrim Ipda Roni Wibowo mengatakan jika saat kejadian kebakaran pemilik warung serta meubel tidak berada di rumah karena sedang berbelanja bersama satu karyawan mebel.
Tetapi, tak lama warga sekitar pun memberitahu pemilik tempat usaha tersebut, jika warung dan toko mebelnya terbakar. Mendengar hal itu, pemilik yakni Mahyudin dan Imam karyawannya langsung pulang untuk mengecek dan ternyata api sudah membesar.
"Dia (pemilik) dan warga sekitar berupaya untuk memadamkan dengan peralatan seadanya, tetapi api malah membesar, tak lama pemadam tiba di lokasi langsung melakukan penyemprotan," tuturnya.
Terkait, dengan penyebab kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan bersama Unit Inafis Polresta Samarinda.
Penulis:Nancy
Editor: Supiansyah