Denok sendiri bersama pihak bank sudah diminta keterangan polisi terkait kegaduhan yang dilakukan Denok dan disinyalir merasa ditipu oknum pegawai Bank Mandiri Mulawarman sebesar Rp200 juta.
"Pekan depan kami akan periksa suaminya si pelapor (Denok)," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Reskrim Kompol Andika Dharma Sena saat dikonfirmasi Korankaltim.com Minggu (12/6/2022) hari ini.
“Sebelumnya sudah dua kali kami lakukan pemanggilan terhadap suami pelapor (Joni), tetapi dia tidak datang," imbuhnya.
Polisi akan berkoordinasi dengan Denok untuk menghadirkan Joni. "Makanya kami berkoordinasi dengan istrinya untuk menghadirkan suaminya. Intinya kasus ini masih kami dalami semua," sebut Andika lagi.
Sementara Denok sendiri mengaku enggan kalau diminta menghadirkan suaminya, tapi siap kalau diminta untuk menunjukkan keberadaan Joni.
"Kalau saya ketemu sama dia pasti berantem dan dia juga pasti tidak mau. Kalau saya diminta menunjukkan dia dimana ya saya siap," tegas wanita 32 tahun itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Denok mendatangi KCP Bank Mandiri di Jalan Mulawarman bersama Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur untuk meminta uang Rp200 juta miliknya kembali.
Uang Rp200 juta tersebut merupakan uang yang dipinjamkan Denok untuk menalangi kerugian bank karena penggelapan yang dilakukan oleh sang suami pada Oktober 2021 lalu.
Pasalnya, jika uang tersebut tak dikembalikan ke bank, maka tak hanya Joni yang akan terseret-seret ke penjara, namun juga beberapa pegawai bank di KCP Bank Mandiri Samboja.
Saat itu pun ia dijanjikan uang pesangon suaminya yang sudah cair dan uang Rp200 juta pun akan dikembalikan, tetapi pada kenyataanya tidak ada saat dirinya meminta.
Pihak bank justru mengatakan jika uang itu tidak diberikan karena Joni memiliki hutang Rp400 juta.
Hal ini membuat Denok bingung, karena ia tak tahu menahu soal utang tersebut dan saat bertemu pihak bank juga tak menyebutkan, malah justru saat akan ditagih baru diberitahu. Dari situ dirinya berpikir merasa dibohongi.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur