Aksi pencurian itu bermula saat Jon bertemu Sincan di sebuah warung sembako Gang Kangkung RT 33, Karang Asam Ilir.
"Saya diajak Sincan ke warnet di Jalan M Said, kami jalan kaki sekitar jam 2 dini hari, setelah selesai kami pulang. Pas di Jalan Revolusi melihat ada besi itu (penutup parit) di depan rumah orang, kami ambil, baru kami sembunyikan di dekat pohon nangka," kata Jon kepada Korankaltim.com saat ditemui di Polsek Sungai Kunjang hari ini.
"Setelah itu saya sama Sincan pergi ke Gang Kangkung dan Sincan pinjam motor temannya, bilangnya untuk beli makanan. Saya dibonceng untuk ambil besi yang tadi, tetapi sampai disana ternyata sudah ada warga yang menunggu, saya sama Sincan langsung lari ke kolong rumah, tetapi ditangkap dan kami dipukuli," paparnya.
Warga yang geram pun langsung mengamankan Jon dan Sincan, mengikat tangan mereka. Saat ditanya sesekali Jon dan Sincan menerima pukulan dari warga.
"Saat mendapatkan laporan, anggota patroli kami langsung mengamankan mereka dan mengamankan barang bukti, berupa tas selempang berisi sebilah badik lengkap dengan sarungnya," ungkap Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Made Anwara melalui Kanit Reskrim Ipda Roni Wibowo saat ditemui di Polsek Sungai Kunjang sore tadi.
Saat ini polisi masih mendalami terkait adanya dugaan pencurian sepeda motor (curanmor) selain pencurian besi penutup parit yang disebutkan warga.
"Itu masih kami dalami, karena yang di lokasi mereka kepergok ambil besi penutup parit oleh warga, dan ternyata satu diantara mereka bawa sajam jenis badik," jelas Roni.
Dari hasil interogasi diketahui pula kalau keduanya sudah melakukan pencurian seperti besi dan kayu di wilayah hukum (wilkum) Sungai Kunjang, lebih dari sekali.
"Barang bukti besi mereka jual ke penumpukan besi tua di Jalan Rimbawan, ini juga masih kami dalami," sebut Roni.
Uang hasil pencurian mereka gunakan untuk makan dan membeli rokok. "Ngakunya begitu dan mereka baru kali ini juga kami amankan," tutup Roni.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur