Dalam olah TKP yang berlangsung Sabtu (4/6/2022) kemarin, Unit Inafis Polresta Samarinda bersama dengan Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) pun memasang garis polisi pada kedua speedboat yang bertabrakan.
Pantauan Korankaltim.com, speedboat yang ditabrak mengalami kerusakan parah pada bagian lambung kapal sebelah kanan, tepat dimana posisi Hairunnisa duduk. Sementara speedboat yang menabrak mengalami kerusakan pada bagian depan bawah karena jebol.
Syarifah Fatma, istri dari motoris Achmad Noor yang membawa Hairunnisa dan rekannya Santi saat kejadian berlangsung kepada Korankaltim.com menjelaskan, saat itu posisi speedboat yang ditumpangi Hairunnisa dan Santi sedang jalan mengarah ke Mahulu.
Tapi tiba-tiba dari arah dermaga Pasar Pagi datang speedboat lain dengan kecepatan tinggi yang dimotoris oleh Beri, langsung menabrak bagian lambung speed dimana Hairunnisa duduk, membuatnya mengalami luka berat di bagian kepala dan meregang nyawa saat tiba di rumah sakit.
"Kata keluarganya sendiri, motoris (Beri) yang menabrak mengantuk karena baru pulang dari laut. Temannya yang biasa mengendarai speedboat itu sakit, makanya dia yang bawa," kata Syarifah saat ditemui di pangkalan speedboat kawasan Samarinda Seberang.
Wanita 50 tahun itu bercerita, sebelum kejadian maut terjadi Hairunnisa sempat makan kurma yang dibawa Syarifah dari Makkah. "Iya, sempat makan kurma yang saya bawa dari naik haji," ungkapnya.
Karena kondisi cuaca saat Hairunnisa dan Santi bertugas hujan, suami Syarifah menawarkan jas hujan warna biru dan putih. "Sempat dikasih jas hujan sama bapaknya, disuruh pilih mau yang mana, dia bilang yang putih saja, saya suka putih, itu kata almarhumah. Sepertinya itu firasat," ungkap Syarifah dengan nada sedih.
Sementara Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena melalui Kasubnit Inafis Aiptu Harry Cahyadi mengatakan, pihaknya bersama Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) sudah melalukan olah TKP.
"Kami melakukan olah TKP dan memberi police line (garis polisi) pada speedboat yang tabrakan. Saat ini motoris masih diamankan untuk diperiksa di Polsek KP," kata Harry.
"Kami juga melihat kondisi speed yang ditabrak, ternyata almarhumah terkena benturan keras, hingga mengalami luka berat di kepala," paparnya.
Saat ini mereka masih menunggu hasil penyelidikan dari Polsek KP dan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan keluarga Hairunnisa apakah proses ini dilanjutkan.
"Besok (Senin) rencana dilakukan gelar perkara, apa hasilnya mungkin disampaikan Kapolsek atau Kapolresta," pungkas Harry.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur