Namun aksi AR terhenti pada Kamis (5/5/2022) pagi tadi di Jalan DI Pandjaitan (eks Jalan Kesejahteraan), Kecamatan Samarinda Utara, tepatnya disebuah warung.
Saat itu meski sudah beratribut Pertamina lengkap, si pemilik warung tidak langsung percaya, bahkan menaruh curiga kepada AR.
Merasa dicurigai, AR panik dan berusaha kabur, tetapi warga yang berada disekitar warung bersiap dan langsung mengamankannya. AR pun sempat menerima bogem mentah karena warga emosi dan geram dengan ulahnya itu.
Aparat kepolisian yang mendapat laporan datang dan langsung membawa AR ke Mako Polsek Sungai Pinang untuk diproses lebih lanjut.
Kapolsek Sungai Pinang AKP Noordinato saat dikonfirmasi menjelaskan kalau AR sudah diamankan dan saat ini dalam pemeriksaan.
"Dari interogasi awal, pelaku meyakinkan korbannya untuk menyulpai tabung dan diminta membayar Rp 250 ribu sebagai uang muka," kata Noordinato kepada Korankaltim.com siang tadi.
AR mengaku sudah satu bulan terakhir berakhir di Kota Tepian. "Ngakunya baru sebulanan ini (beraksi), dia dari Surabaya, Jawa Timur. Dia juga memalsukan beberapa KTP," ungkapnya.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait dengan lokasi AR beraksi melakukan penipuan.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur