"Tujuan penggunaan aplikasi ini semata-mata ingin memberikan kemudahan bagi WBP di momen hari raya Idulfitri," kata Kepala Lapas Kelas II A Tenggarong Agus Dwirijanto.
Mekanisme layanan para keluarga WBP yang menitipkan barang diberikan kesempatan untuk menyapa keluarganya yang berada di dalam Lapas secara virtual sesaat setelah melakukan penitipan barang.
"Inovasi layanan ini semata-mata sebagai komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi WBP," ungkap Agus Dwirijanto.
Agus Dwirijanto juga menambahkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Kalimantan Timur Utara adalah yang pertama mencoba inovasi ini.
Pada hari pertama layanan Idulfitri sebanyak 25 orang pengunjung menggunakan fitur layanan ini dari total sebanyak 151 orang pengunjung yang melalukan penitipan barang.
"Tidak menutup kemungkinan kedepannya layanan ini tetap kami gunakan dengan meningkatkan kualitas layanannya," imbuh Agus Dwirijanto.
Pada hari Raya Idul Fitri ini Lapas Kelas II A Tenggarong juga telah memberikan RK kepada WBP sebanyak 815 orang. Serta memberikan hiburan musik akustik bagi WBP selama tiga hari.
"Jumlah ini sesuai dengan usulan yang diajukan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan," ujarnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah