"Klien saya ini mencoba memberikan aba-aba, karena saat itu ada mobil dari arah berlawanan, diminta untuk mengurangi kecepatan, karena api sudah padam. Namun mobil dia (pihak yang berseteru) masih jalan dan sirene masih bunyi, itu hampir mengenai bahu klien saya, jadi dia reflek gak sengaja mukul mobilnya," ungkapnya.
"Mungkin karena gak terima, yang mengemudikan mobil ini, langsung turun dan melakukan pemukulan terhadap klien saya," sambungnya.
Lanjut kata Dyah, kliennya tersebut telah dilakukan pemanggilan sebelumnya oleh Polsek Kota, di mana pihak yang berseteru tersebut melapor, atas dugaan pengeroyokan.
"Memang sudah ada dipanggil dua kali, tetapi itu dari ketua relawannya, bukan saya sebagai kuasa hukumnya," terangnya.
Di sisi lain pula, Dyah mengaku dari pihak kliennya ini telah melakukan visum ke rumah sakit, dan seharusnya menjalani rawat inap. "Tetapi, karena keperluan pemeriksaan, ya sementara rawat jalan," imbuhnya.
Untuk itu pihaknya membantah dengan tegas, atas isu yang beredar jika, pihak yang dilaporkan kliennya tersebut telah dikeroyok. "Itu tidak benar, yang ada klien saya ini kena pukul," ujarnya.
Disinggung soal melayangkan laporan ke Polresta Samarinda, ia menerangkan jika hal ini berdasarkan arahan dari Polsek Samarinda Kota.
"Ini kami juga diarahkan, tidak bisa melaporkan perkara yang sama di tingkat polsek, makanya kami lapor ke Polresta," tandasnya.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Iptu Teguh Wobowo mengatakan jika pihaknya telah menerima laporan tersebut dan masih dilakukan pemeriksaan.
"Benar sudah kami terima, dan pihak pelapor sudah kami mintai keterangan dan ini proses melengkapi berkas," singkatnya saat dikonfirmasi Minggu (1/5/2022) hari ini.
Diberitakan sebelumnya, pertikaian tersebut terjadi saat kedua oknum relawan tersebut bertikai di musibah kebakaran yang terjadi pada Minggu (24/4/2022) lalu di Jl Lambung Mangkurat Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir.
Diduga karena tersinggung satu sama lain, sehingga terjadilah pertikaian di antara keduanya dan di mana kedua belah pihak merasa menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan.
Penulis: Nancy
Editor: Supiansyah