Sementara, untuk kebakaran lahan hanya terjadi pada bulan Februari sebanyak satu kali, untuk rumah toko (ruko)/kios/gedung terjadi musibah kebakaran di bulan Maret sebanyak satu kali.
"Kalau rumah makan ada dua kejadian di bulan Februari dan Maret. Sedangkan kendaraan yang terbakar ada tiga kali kejadian, itu di bulan Maret," terang Hendra.
"Untuk perusahaan atau gudang, ada tiga kali kejadian, itu di bulan Februari satu kali dan dua kali di Maret," sambungnya.
Sedangkan untuk musibah kebakaran di bulan April, terjadi pada Sabtu (2/4/2022) sekitar pukul 14.00 WITA di Jalan Abdul Mutalib RT 04 dan 02 Kelurahan Sungai Pinang Luar Kecamatan Samarinda Kota, di kawasan pemukiman setidaknya ada lima bangunan yang terbakar, diduga akibat korsleting listrik.
"Ya, terakhir itu yang dekat Jembatan Arif Rahman Hakim, itu pemukiman," imbuhnya.
Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat lebih waspada dan berhati-hati saat meninggalkan rumahnya.
"Kalau pergi ibadah ke mesjid atau kemana, jangan lupa memastikan tidak dalam memasak, kompor dalam kondisi mati dan listrik dipadamkan. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran," tandasnya.
Apalagi tambah Hendra, dalam suasana bulan suci Ramadan, pastinya aktivitas masak-memasak meningkat.
"Khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga, jangan sampai lalai meninggalkan rumah dalam kondisi masih memasak, pastikan dulu kompor sudah mati," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Supiansyah